Selasa, 06 September 2011

Tawakal dan Pengertiannya


         Tawakalsecara bahasa berarti menyerahkan diri.[1] Menurut Sahal bin Abdullah bahwaawalnya tawakal adalah apabila seorang hamba di hadapan Allah seperti bangkaidi hadapan orang yang memandikannya, ia mengikuti semaunya yang memandikan,tidak dapat bergerak dan bertindak. Hamdun al-Qashshar mengatakan tawakaladalah berpegang teguh pada Allah.[2]

        Al-Qusyairi lebih lanjut mengatakanbahwa tawakal tempatnya di dalam hati, dan timbulnya gerak dalam perbuatantidak mengubah tawakal yang terdapat dalam hati itu. Hal itu terjadi setelahhamba menyakini bahwa segala ketentuan hanya didasarkan pada ketentuan Allah.Mereka menganggap jika menghadapi kesulitan maka yang demikian itu sebenarnyatakdir Allah.[3]
            Tawakal yang demikian itu sejalanpula dengan yang dikemukakan Harun Nasution, ia mengatakan tawakal adalahmenyerahkan diri kepada qada dan keputusan Allah. Selamanya dalam keadaantenteram, jika mendapat pemberian berterima kasih, jika mendapat apa-apabersikap sabar dan menyerah kepada qada dan qadar Tuhan. Tidak memikirkan hariesok, cukup dengan apa yang ada untuk hari ini. Tidak mau makan, jika ada oranglain yang lebih berhajat pada makanan tersebut daripada dirinya. Percaya kepadajanji Allah. Menyerah kepada Allah, dengan Allah  dan karena Allah.[4]
            Allah memerintahkan perbuatantawakal ini dengan menyatakan:

وَعَلَى اللهِ فَلْيَتَوَكَّلِالْمُؤْمِنُوْنَ

            “…dan hanyalah kepada Allahorang-orang yang beriman bertawakal.”[5]

وَاتَّقُوا اللهَ وَعَلَى اللهِفَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ

   “Dan bertawakallah kepada Allah, dan hanyakepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakal.”[6]


[1]Mahmud Yunus. Kamus Arab … hal. 506.
[2]Al-Qusyairy. Risalah al-Qusyairiyah … hal. 163.
[3]Ibid.
[4]Harun Nasution. Falsafat dan … hal. 68.
[5]Q.S. al-Taubat, [9]: 51.
[6]Q.S. al-Maidah, [5]: 11.

1 komentar: